Para panelis dalam Seminar Peningkatan Mutu Pelayanan Disdukcapil di Auditorium Charles Himawan., President University, Kamis, 18 Februari 2016.

Prodi Ilkom Presuniv Bantu Disdukcapil Tingkatkan Mutu Pelayanan

Para panelis dalam Seminar Peningkatan Mutu Pelayanan Disdukcapil di Auditorium Charles Himawan., President University, Kamis, 18 Februari 2016.

Para panelis dalam Seminar Peningkatan Mutu Pelayanan Disdukcapil di Auditorium Charles Himawan., President University, Kamis, 18 Februari 2016.

Cikarang – Peserta seminar di Auditorium Charles Himawan, President University, tercekat. Mereka mungkin tidak pernah menyangka akan ditemukan botol-botol plastik berisi air kencing di lingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi. Ini adalah sebagian fakta yang ditemukan para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom), President University yang melakukan observasi di Disdukcapil.

Botol-botol berisi air seni itu diperkirakan berasal dari warga yang datang sejak dini hari –sebagian mengaku datang pukul 04.00—ketika kantor belum buka. Mereka datang sangat awal untuk mendapatkan nomor antrean yang paling kecil.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga berhasil merekam sejumlah fakta lain seperti pelayanan di loket yang tidak selalu dimulai tepat waktu dan sejumlah keluhan warga yang mengurus KTP, kartu keluarga maupun akte kelahiran. Temuan-temuan tersebut dipaparkan dalam seminar Jaminkan Kualitas Pelayanan (Jasa), Kamis (18/2/2016) yang dihadiri warga dan mahasiswa.

Seorang warga mengadukan masalahnya terkait pengurusan dokumen ke Disdukcapil Kabupaten Bekasi

Seorang warga mengadukan masalahnya terkait pengurusan dokumen ke Disdukcapil Kabupaten Bekasi

Menurut Guritno Soerjodibroto, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa terdapat sejumlah aspek dalam stanbdar pelayanan minimal yang belum dipenuhi oleh Disdukcapil Kabupaten Bekasi. Meski demikian, pemerhati kebijakan publik itu menyebut Disdukcapil belum tentu layak disalahkan sepenuhnya.

“Ada politik dalam penentuan anggaran. Bisa jadi Disdukcapil sudah meminta anggaran untuk peningkatan pelayanan, namun belum dikabulkan sepenuhnya karena dinas ini dianggap “kurang seksi”. Biasanya yang mendapat anggaran yang lebih tinggi adalah dinas yang “lebih seksi” atau lebih menghasilkan seperti dinas pendapatan atau dinas penanaman modal,” kata Guritno.

Guritno meminta mahasiswa President University melakukan sejumlah kegiatan atau menulis yang secara tidak langsung menyadarkan Pemkab Bekasi bahwa Disdukcapil penting. “Bukan hanya penting bagi masyarakat, namun juga penting bagi “nasib” figur yang sedang memimpin,” katanya.

Ade Ismail, Sekretaris Disdukcapil yang datang mewakili kepala dinasnya mengakui fasilitas di dinasnya belum memadai. Menurut dia, hal itu karena Disdukcapil yang melayani seluruh warga Kabupaten Bekasi hanya mendapat jatah 1 lantai saja, padahal tiap harinya melayani ratusan orang.

Anathasia Citra, dosen Prodi Ilkom President University berbagi tips berkomunikasi bagi staf Disdukcapil maupun warga yang meminta pelayanan.

Anathasia Citra, dosen Prodi Ilkom President University berbagi tips berkomunikasi bagi staf Disdukcapil maupun warga yang meminta pelayanan.

Sementara, Anathasia Citra menyoroti pentingnya komunikasi baik di pihak staf yang memberi layanan maupun masyarakat yang meminta (menerima) pelayanan. Ahli komunikasi dari Prodi Ilmu Komunikasi President University itu menekankan pentingnya pemilihan bahasa dalam pemberian layanan maupun saat meminta pelayanan.

“Misalnya, ketika staf mengatakan ‘mana KTP-nya?’ pasti akan berbeda dengan bila ia mengatakan, “Maaf, dapatkah saya melihat KTP Bapak?’,” kata Thisi, panggilan akrab Anathasia.

Selain kualitas komunikasi staf dan perangkat layanan, aspek teknologi informasi juga dapat ditingkatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.  Nurhadi Sukmana, Kaprodi IT President University memaparkan beberapa langkah yang bisa dilakukan agar layanan Disdukcapil makin berkualitas.

“Seminar ini adalah bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Prodi Ilmu Komunikasi President University. Seminar dilakukan setelah mahasiswa melakukan observasi tentang kualitas layanan Disdukcapil dan melakukan kampanye sosialisasi tentang KTP elektronik di beberapa tempat di Cikarang. Semoga melalui seminar ini Disdukcapil makin meningkat kualitasnya dan warga makin terinformasi tentang jenis dan syarat layanan yang diberikan Disdukcapil,” kata Achmad Supardi, ketua panitia seminar. (spd)