Menerapkan Ekonomi Kata dalam Dokumen Kedinasan

“Nah, itu yang saya maksud kalimat yang beranak dan bercucu,” teriak seorang peserta. Dia tampak antusias kala menemukan contoh dokumen kedinasan yang ia anggap melanggar prinsip ekonomi kata. “Saya sering menemukan hal itu namun bingung cara mengeditnya,” lanjut Rini, peserta tersebut.

Ekonomi kata dan tips-tips penyuntingan bahasa menjadi salah satu materi dalam pelatihan penulisan dokumen kedinasan gelaran Pusat Perencanaan dan Pengembangan (Pusrenbang) Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pembuatan pidato dan teknik wawancara berikut penulisan hasilnya dalam laporan menjadi materi lain dalam pelatihan di Hotel Izi, Bandung, Senin (17/10) itu.

“Selama ini kami paham konten apa yang harus disampaikan, namun kami memiliki kesulitan dalam menyampaikan konten tersebut secara benar dan menarik,” kata Wignyo, peserta lainnya. Tak hanya memerintahkan anak buahnya, pejabat eselon 1 ini juga aktif mengikuti pelatihan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 ini.

Bukan hanya berisi pemaparan tentang bahasa dan teknik penulisan, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktik. Pertama peserta praktik membuat naskah pidato dan pembukaan proposal, pada sesi berikutnya mereka praktik mengidentifikasi konten yang harus muncul dalam sebuah laporan kegiatan dan sumber datanya.

“Dari sesi tanya jawab dan praktik terlihat peserta memahami apa kekurangan mereka selama ini. Para peserta mampu mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam dokumen-dokumen kedinasan yang mereka buat sebelumnya,” kata Achmad Supardi, dosen di Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Presiden, Cikarang yang menjadi pemateri dalam pelatihan ini.

Menurut Supardi, suasana pelatihan menunjukkan keseriusan peserta. Selain para pejabat ikut langsung dalam pelatihan, keseluruhan peserta juga aktif bertanya dan mengajukan pendapat.

“Sepertinya mereka paham benar nilai strategis penulisan dokumen-dokumen kedinasan, karena itu mereka bersemangat untuk memperbaiki kemampuan mereka di bidang ini,” kata dosen yang sudah mendapat sertifikat pendidik nasional ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *