Mahasiswa memberikan edukasi literasi media di SMA 2 Cikarang Pusat.

Mahasiswa Ajak Siswa Aktif Tangkal Hoax

Meningkatnya penyebaran berita hoax di era tsunami informasi sangat memprihatinkan. Masih banyaknya masyarakat yang belum mampu mengkritisi informasi dinilai dapat menjadi peluang penyebaran hoax. Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan Program Studi Ilmu Komunikasi President University untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan kampanye literasi media di berbagai sekolah di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

“Tujuan pendidikan literasi media ini kami harapkan dapat menghasilkan masyarakat yang cerdas dan kritis, serta mampu membuat penilaian terhadap konten media hingga akhirnya mampu membedakan mana media yang baik dan buruk,” kata Stefi Landra, salah satu mahasiswa yang menjadi ketua tim edukasi di SMK 1 Cikarang Barat (27/7).

Di dalam kelas, Stefi mengajak para siswa untuk menjadi konsumen berita yang aktif memeriksa kebenaran informasi yang diberitakan.

“Kita harus kritis apabila menemukan berita dengan judul dan isi yang bernada provokatif karena hal ini tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.”

Menurutnya, isu yang besar dan menyangkut kepentingan masyarakat luas pasti akan menjadi berita di berbagai media nasional sehingga masyarakat dapat menilai bagaimana kualitas pemberitaan di sebuah media.

“Cek kembali berita tersebut di media lain yang punya reputasi baik dan bahkan yang terverifikasi Dewan Pers,” pungkas Stefi.

 

d396321c47f165218b0978cf95dc3905c26cf6ca_1_690x388

Para siswa SMK 1 Cikarang Barat membuat poster yang berisi pesan-pesan untuk menangkal hoax.

 

Kegiatan edukasi literasi media ini merupakan bagian dari tugas kuliah di President University yang melibatkan puluhan mahasiswa dan sejumlah dosen pendamping. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dindin Dimyati menuturkan bahwa pendidikan literasi media menjadi tanggung jawab para akademisi di bidang ilmu komunikasi.

“Sejak awal bulan Juli, tim pengajar menugaskan para mahasiswa untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan dampak serta aplikasi teori komunikasi massa yang mahasiswa pelajari di kelas. Isu literasi media ini menjadi tanggung jawab sosial para akademisi. Karena itu kami aktif mengedukasi masyarakat tentang literasi media sehingga masyarakat tidak mudah percaya berita yang bombastis dan mulai aktif mengkritisi konten media yang mereka konsumsi,” tutur Dindin.

Dalam satu bulan para mahasiswa secara berkelompok memberikan edukasi kepada lebih dari 200 siswa di SMA Mardi Waluya Cibinong, SMAN 2 Cikarang Pusat, SMK 1 Cikarang Barat, dan SMP 1 Cikarang Utara.


Penulis: Shihab | Editor: Abhirama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *