Jony Oktavian Haryanto Menggantikan Chandra Setiawan Menjadi Rektor President University

President University resmi memiliki rektor baru, Senin (1/7), Himawan Auditorium, President University, Jababeka CIkarang. Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE, MM, MA dipilih untuk menggantikan Dr. Drs. Chandra Setiawan, MM, Ph.D bakti tugas periode 2016-2020.

Sebelumnya Jony menghabiskan waktunya di beberapa Universitas seperti Universitas Podomoro, Universitas Kristen Satya Wacana, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia, Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan sejak 2002 lalu secara bergantian.

Pidato diawali oleh mantan rektor, Chandra mengatakan, “Jony saya anggap sebagai adik saya, saya sendiri bersama Pak S.D. Darmono yang mencari penerus saya sejak setahun yang lalu. Saya dan Pak Darmono akan terus mendukung Pak Jony dari belakang untuk kemajuan President University.”

Adapun prestasi selama masa jabatannya yang disampaikan oleh Chandra salah satunya adalah akreditasi institusi, saat ini President University mendapat akreditasi B dengan nilai 334. Untuk program studi ada peningkatan saat ini yaitu IT akreditasi A, manajemen B dan akuntansi B gemuk. “Kedepannya kita harapkan bisa segera mendapat A untuk program studi International Relations, Business Administrations dan Electrical Engineering” tambah Chandra.

“Selama 4 tahun, ada sekitar 2.700 alumni dan tidak ada yang mengganggur, karena masa tunggu di President University hanya 3 bulan. Karena mereka harus magang dan banyak yang sudah mendapat pekerjaan sebelum lulus” ungkapnya.

Selepas jabatan rektor, Chandra meneruskan baktinya sebagai Komisioner KPPU. Chandra menjelaskan bahwa di ruangan pelantikan tersebut hadir beberapa orang yang mengalami dua jabatan rektor di dua universitas yang berbeda semasa hidupnya, ada Djoko Santoso (Rektor UI dan ITB), Ermaya Suradinata (Rektor President University dan IPDN) dan beliau sendiri.

Sementara itu Jony dalam pidatonya mengatakan, “Oxford membutuhkan 920 tahun untuk masuk ke 10 besar universitas top dunia, Harvard membutuhkan 380 tahun, MIT 155 tahun, tapi ternyata NTU hanya butuh 25 tahun di rangking 13. Artinya President University yang masih berumur 14 tahun, masih memiliki 11 tahun untuk menjadi universitas top dunia.”

“President University akan diarahkan untuk menjadi Applied Research University, yaitu menghasilkan riset yang hasilnya bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Salah satu keunggulan President University ini adalah dikelilingi oleh 2.000 lebih perusahaan yang berada di kawasan industri Jababeka. Artinya kita memiliki organic lab, mahasiswa tehnik elektro yang mau belajar arus kuat? Kita punya Bekasi Power Plant disini. Mahasiswa bisnis yang mau belajar consumer goods kita punya Unilever, Mattel dan seterusnya.”

Jony menambahkan bahwa arti dari World Class University tidak hanya karena kampus menggunakan bahasa inggris, bukan juga karena ada banyak mahasiswa dari China, Taiwan, Vietnam, Afganistan, Mongolia dan lainnya. Tetapi karena President University berencana menerbitkan riset-riset yang kelas dunia.

“Kita akan bergabung dengan akreditasi internasional sehingga kita diakui. Dweling time untuk mendapatkan pekerjaan bisa diperkecil menjadi 2 bulan bahkan 1 bulan. Statistik kita 93% lulusan sudah mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda, nah angka tersebut juga akan ditingkatkan hingga 97% bahkan 100%. Saat ini kita memiliki 20 Doktor, dan 17 Doktor yang sedang mengambil S3. Total hampir 50, kalau mereka pulang akan memperkuat President University” ungkap Jony.

Mengakhiri pidatonya Jony menyatakan, “Saatnya untuk bekerja, bekerja, bekerja. Saya tidak mau menjadi ‘Superman’, karena biasanya perutnya harus sixpack apalagi kalau pake celana harus diluar. Tidak ada ‘Superman’ di President University ini, yang ada adalah ‘Super Team’. Kita bersatu padu, kita bergandengan tangan, kita membangun. Let President University Glorius Forever!”

Acara serah terima jabatan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat, Ketua Dewan Pembina APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc.; Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.;Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc.; Pendiri President University, S.D. Darmono; Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, George Hadi Santoso; Mantan Menristek, A.S. Hikam; President Direktur Jababeka, Tedjo Budianto Liman; Direktur Jababeka Hyanto Wihadhi; beberapa pengusaha dan akademisi pun terlihat hadir.

Sumber: thepresidentpostindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *